Rabu, 25 Maret 2015

Aku masih seperti yang dulu

Salah kah aku mencintai dirimu
Semenjak kehadiran dirimu hari hariku terasa utuh, aku tau tak mungkin ku ucap bibir ku untuk bilang bahwa aku mencintai mu, yang aku tau kini kita sudah di takdirkan untuk menjadi sodara meski dirimu adik tiriku, apa aku salah mencintai sosik dirimu yang membuatku menjadi seseorang yang lebih baik lagi,pada saat itu di malam yang gelap aku bingung harus apa yang aku lakukan pada saat itu padahal aku sangat rindu dan sayang padanya, pelan pelan dari belakang aku memeluknya hingga dia tak bisa berkata apa apa,, aku juga ikut berdiam tapi ku branikan untuk meminta maaf karna kurasa aku lancang tetapi yang ku ucapkan "maaf aku butuh pelukan gak lebih dari itu kita kan sodra, dia hanya tersenyum dengan manisnya wajahnya menatap ku, padahal aku ingin sekali berkata aku sangat sayang padanya, berapa bulan aku menjalani denganya saat ku peluk dan ku cium tangannya dia tak pernah merasa risih, disitulah aku sangat senang karna ku pikir aku mencari cari hari yang tepat, hari minggu saat rumah benar benar sepi aku duduk di keheningan malam pada saat itu orang tua aku dan dia pergi,  aku sudah mempersiapkan ini semua di balik rencana saat ku peluk dia , aku ber bicara "aku pengen ngomong sama kamu
Ngomong apa?
Sbenernya aku sayang sma kamu, aku sudah merasa nyaman di samping mu
Plis bisakan kita merahasiakan ini dari semua orang,,
Dia hanya terdiam tak ada kata satu pun dia hanya melepaskan pelukanya dari ku,entah saat itu dia pergi dari rumah beberapa hari semenjak aku jujur dia berubah tak lagi ku lihat batang hidung nya,, hingga malam tiba aku menunggunya di rmah ku telpon tapi tak pernah di angkat apa lagi sms, sedih sekali rasanya menyesal mengeluarkan kata jujur ku kira dia mencintai ku juga tapi kenapa pada saat ku peluk ku cium tangannya dia tidak merasakan risih, sungguh ke kecewa hati ini, setelah beberapa jam dia tidak pulang kerumah aku dapat informasi katanya dia ada dirumah tmanya, hujan hujan pun aku terus susul ingin rasanya memeluk sambil meminta maaf padanya, ku lihat dari kejauhan ternyata dia ada di teras depan rumah tmanya saat ku sapa dia agak sedikit malas menjawab sapaan ku,, ketika ku tanya Knap dia tak pulang dia bilang sepi di rumah aku tau itu sebuah alasan ketika tangannya ku pegang dan aku meminta maaf padanya aku pengen tanya dari bibirnya knapa dia menghindar dia cuma menjawab walaupun aku paksa dikit dia hanya berkata aku jijik,, saat kata itu hatiku terasa benar benar ter iris kurasakan rasa sakit ini lebih dari pisau atau silet, rasa sedih kecewa menghampiri tak sanggup lagi aku tahan rasa tangisanku, kutanya knapa dia jijik dengan ku dia hanya terdiam ,hingga aku meminta maaf padanya dan dia tidak perduli dengan air mataku dia hanya bilang "sekrang kamu pergi,
Aku merasa bersalah padanya di malam itu juga aku berjanji padanya ku akan pergi darinya tidak lagi memunculkan mukaku dari hadapanya, aku sangat sedih dia tak pernah memberikan rasa sedikit iba padaku hujan malam ini aku memcarinya dia tidak pernah mikir kalau apa yang aku lakukan bentuk rasa sayang aku padanya,  saat muncul perjanjian aku tak lagi muncul di hadapanya tapi aku sudh berjanji kalau aku tetap seperti yang dulu mencintainya sampai hayat ku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar