Hay harian. Jujur saja aku bingung tentang hidup ini seakan mahluk di dunia ini selalu menyakiti. Kau tau harian kemarin saja sudah ada masalah blum juga kelar masalah datang lagi. Apa yang harus aku sikapi memilih jalan hidup sudah di takdirkan.. kau pasti tau harian betapa beratnya menjadi seorang kk, tidak lah mudah, jika adik nakal pantas ku marahi. Tapi jika adik ku bener di anggap salah dengan mereka apa aku salah menolong nya. Iya sblum itu aku pernah menjanjikan menjaga untuk mengawasi sedangkan kedua orang tua ku menyuruh ku mengawasi nya. Tapi nenek tidak mengerti tentang hidup ku seharian aku sekolah pulang pun sore mana mungkin aku bisa mengawasi adik. Sedangkan ayah anak mu nek. Tidak kau marahi apa bedanya ayah bkerja dan aku sekolah, ayah aja harus bekerja sedangkan aku sekolah. Hidup ini terasa tidak adil. Seakan aku yang salah mereka membenci ku apa salah ku, semua egois tapi tak pernah memerhatikan. Cara mu merasa membuat ku sakit terasa teriris. Menyikapi hidup yang baik mana lagi yang ku urus.. berbuat salah ,salah aja bagaikan telur yang jatuh apa lagi berbuat baik tetap di anggap salah. Jujur apa mereka bener orang tua ku. Tapi knapa mereka begitu kejam.. perkataan mu yang asik bermain di atas penderitaan. Mungkin hanya tuhan yang mengerti meski ia tak berbicara.. tapi kapan waktu ku bisa bebas dengan keluarga ini. Jujur aku ingin sekali membanggakan mereka tapi sika mereka yang membuat ku benci.. harus bagai mana lagi aku takan bisa membenci mereka karna mereka orang tua kami begitu juga mereka. Tapi rasa kesal ku selalu menghantui pikiran karna hati yang terus terluka..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar